Entri Populer

Jumat, 25 Mei 2012

Mereka Bertepuk Tangan Dipinggir Jalan

Bismillah. .
Huruf-huruf ini dirangkai khusus utk si penyuka warna hijau, yang sedang bertepuk tangan di pinggir jalan ^__^

Seperti kata pepatah : 
“Bila Anda hendak jadi pahlawan, harus ada yang bertepuk tangan dipinggir jalan”..
.
Mereka yang punya mata yang berbinar-binar, yang bibirnya selalu sunggingkan senyum, yang semangatnya dapat menyaingi silaunya matahari, ya mereka itulah orang - orang yang bertepuk tangan dipinggir jalan. .

Hmmmm, kalau kalian ditanya "mau tidak jadi salah satu orang-orang yang bertepuk tangan dipinggir jalan???" akan jawab apakah kalian???

Well, kalau aku. .
Langsung jingkrak-jingkrak sambil tunjuk tangan, sambil teriak keras-keras "aku mau. . aku mau!! *Lebai dikit ya (^__^)V

Disimak dulu ya cerita berikut. . 
=========================================================================
Setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay (pemandu/sherpa) kembali dari puncak Mount Everest, hampir semua reporter dunia berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary, dan hanya ada satu reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay, berikut cuplikannya :

Reporter: “Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia?”

Tenzing Norgay: “Sangat senang sekali”

Reporter: “Anda khan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary, tentunya posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest?”

Tenzing Norgay: “Ya, benar sekali. Pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilahkan dia (Edmund Hillary) untuk menjejakkan kakinya & menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi di dunia”.

Reporter: “Mengapa Anda lakukan itu?”

Tenzing Norgay: “Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary, bukan impian saya. Impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih IMPIAN-nya”.
=========================================================================

Pahlawan atau orang yang bertepuk tangan dipinggir jalan?? Dua-duanya sama-sama adorable, sama-sama baik koq..
Pahlawan yang bermanfaat tentu sangat mengagumkan, dan orang-orang yang bertepuk tangan dipinggir jalan, yang membantu pahlawan jadi bermanfaat adalah lebih mengagumkan. .

Cekidot cerita dibawah ini, mari disimak. .
============================================================
Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari semarang sedang
berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur.
Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan.
" Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?" tanya si Pemuda.
"Oh... Saya mau ke Jakarta terus "connecting flight" ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua" jawab ibu itu.
Pemuda berkata lagi " Wouw.....  hebat sekali putra ibu" pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak. pemuda itu merenung.
Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan
pertanyaannya.
" Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu?? Bagaimana dengan kakak-adik adik nya??"
Oh ya tentu " si Ibu bercerita : "Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat Kerja di Perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang
keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi
Dosen di Semarang."
"Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak anaknya dengan
sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. " terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??"
Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, " anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak". Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar "
Pemuda itu segera menyahut, "Maaf ya Bu..... kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani"??
Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
" Oooh ...tidak tidak begitu nak....
Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang
membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani", ibu itu tersenyum sangat lebar.
=========================================================================
Lihatlah perjuangan mereka-mereka yang bertepuk tangan dipinggiran jalan. Tak terlihat, namun sangat berjasa.
Memang harus ada orang-orang yang berdiri di barisan depan!!
Namun harus ada pula orang-orang yang berbaris dibelakang. Mereka itulah yang tak dikenal, yang tak diperhatikan dan yang tak terlihat.  Mereka lah penghuni langit yang mungkin akan bersanding dengan Uwais Al-Qarni. . .

Congrats!!!
Untuk seorang Ibu, seorang istri, seorang prajurit dan mereka yang telah bertepuk tangan dipinggiran jalan, semoga Allah meridhoi mereka. ^__^




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar